Sabtu, 29 Mei 2010

skenario buat film ahonk

adegan berikutnya :

akhirnya raka dan rafipun meninggalkan rumah itu , terdengar rangga yang masih marah marah saat mereka pergi. rafi yang buta terus menggenggam tangan raka , kini rkalah yang harus menentukan kemana mereka akan pergi.
jalan kota yang ramai ini membuat nya kebingungan , sedangkan rafi terus batuk batuk . raka akhirnya memutuskan untuk beristirahat di pinggir jalan.
rafi terus bertanya pada raka, di mana mereka , namun raka hanya bisa menggeleng tanpa mengatakan apa pun.
tak lama , rafi dan raka di kerubungi oleh sekelompok preman yang memaksa mereka untuk mengemis , raka menolak , namun bukan kata yang keluar dari mulutnya melainkan gerakan tangan . preman preman itu hanya tertawa dan terus memaksa .
akhirnya rafi dan raka pun menurut.




adegan berikutnya :

rafi dan raka turun kejaln , dengan gelas pelastik bekas di tangan mereka , rafi tak pernah melepaskan tanganya dari lengan raka , sampai ketika raka mengetuk kaca sebuah mobil
"pergi pergi !! dasar cacat , bikin kotor mobil gue aja" ucap orang itu. rafi yang mendengarnya sangat marah dan menarik lengan raka untuk pergi dari mengemis ini . rakapun menyadari kebodohanyanya . mereka menuruti preman tadi karena ada persaan takut , sosok orang2 itu seperti rangga , yang pemnarah dan mereka menurut dengan rangga.
raka dan rafi akhirnya kabur dari jalan raya itu , namun premnan itu melihat mereka dan mengejarnya. (raka berlari sambil mengandeng rafi yang buta , terbata bata dan rafi sempat terjatuh)
keberuntungan memihak pada 2 kaka adik cacat itu , mereka berhasil bersembunyi di terminal.
raka dan rafi bersembunyi di belakang bus besar , rafi yang terus batuk batuk terlihat kelelahan dan pucat . raka panik , ia mengisyaratkan rafi untuk tetap di sana dan ia akan mencarikan air .
raka yang bisu itu tidak tau harus berbuat apa , di carinya toilet dan ia ambil sedikit air dari keran, rafi pun meminumnya .
hanya itu yang raka bisa lakukan.


adegan berikutnya :

rangga terus memegani map biru itu , sedari tadi ia tidak mendapatkan pekerjaan karena semua menolaknya.
rangga beristirahat di taman kota , ia memandangi sekitarnya dengan kosong, dilihatnya seorang kaka beradik yang sedang berbincang dan sesekali tertawa.
ia teringat raka dan rafi , ada rasa bersalah namun ia cepat2 menghilangkan fikiran itu dan melanjutkan pencarian pekerjaanya itu.


adegan berikutnya :

rafi terlihat lebih baik , namun batuknya terus saja keluar dari mulutnya , rafi merasa lapar , dan ia mengatakan pada raka bahwa mereka harus makan bagaimanapun caranya tanpa harus mengemis pada orang lain.
akhirnya raka membawa rafi ke sebuah warung masi , dengan bahas gagunya ia meminta pekerjaan agar dapat mkan kepada sang pemilik warung nasi itu .
akhirnya mereka bisa makan dengan mencuci piring terlabih dahulu , namun saat mereka makan , rafi terus saja batuk 2, membuat orang2 di warung itu terganggu.
rafi dan raka pun di usir .
raka semakin bingung untuk pergi kemana , hari sudah gelap dan mereka harus beristirahat . akhirnya raka membawa rafi ke depan toko yang sudah tutup sekedar tidur malam ini.
rafi terus terbatuk2 , hingga ia mengeluarkan darah dari mulutnya. rafi yang tidak bisa melihat tidak mengetahui hal itu , maka raka langsung menglap darah itu dan membaringkan rafi untuk tidur.



adegan berikutnya :

rangga terbangun dari tidurnya dengan fikiran kacau , keringat nya membasahi kening dan lehernya.
mimpi buruk yang ia alami itu membuatnya takut , sambil memegangi kepalanya ia terus bertanya tanya dalam hati , mimpi ini begitu nyata , saat ia melihat kedua orng tuanya yang telah wafat, terlebih ketika ia melihat ibunya menangis , lalu di lihatnya rafi dan raka yang tersenyum senang padanya lalu melambaikan tangan sampai akhirnya menghilang.
rangga mengambil air putih di dapur , saat ia ingin kembali kekamar ia melewati kamar ke 2 adik cacatnya itu , di bukanya pintu kamar itu , kosong , hanya ada foto mereka .. rangga sangat merasa bersalah , ia pun memutuskan untuk mencari adiknya besok.




adegan berikutnya :


raka membangunkan rafi , mereka harus pergi karena toko ini akan buka , rafi yang masih terlihat pucat itu terus batuk batuk , raka dan rafi pergi dan terus berjalan , entah kemana mereka akan melangkahkan kaki.
rafi yang pucat dan tak dapat melihat itu bertanya pada raka "kita cari temnpat istirahat , aku gak kuat lagi" ucapnya sedih . akhirnya raka membawa rafi ke bawah fly over . raka pun semakin kelelahan karena harus membantu rafi berjalan , ia merasakan dadanya sesak dan nafasnya turun naik.
dengan bahasa isyaratnya raka mengatakan di kolong fly over ini begitu kotor dan berasap karena kendaraan , rafi paham maksudnya , namun ia tetap bersih keras untuk istirahat di sini.


adegan berikutnya :

rangga terus mencari cari adiknya, kemana mereka pergi? tanya rangga dalam hati . ia terus berjalan sambil menengok kanan kiri berharap dapat menemukan raka dan rafi , pagi hari ini tidak cerah , langitpun mendung dan membuat rangga semakin khawatir , rasa penyesalan terus datang .
rangga melangkahkan kakinya dan sesekali berlari kecil . ia sangat kebingungan.
hujan turun dengann derasnya , rangga pun berteduh di halte bus.
pandanganya kosong menatap air hujan , dimana kalian ? tanya rangga dalam hati.


adegan berikutnya :

rafi terus batuk2 dan mengeluarkan darah dari mulutnya , raka sangat taku mengetahui hal ini , meskipun raka bisu namun ia tidak bodoh , ia taU RAFI terkena TBC dan kini ia pun merasakan dada nya sesak.
rafi bersender ke tembok kaki fly over , darah itu terus kelyar dari mulutnya hingga ia lemas dan sesak.
rafi pun memilih untuk tidur , udara dingin dan air hujan ini membuat dua orang cacat ini tidak bisa kemana mana.
raka melihat rafi tertidur pulas , maka ia pun ikut bersender ti dekat rafi , namun saat raka menyentuh tangan rafi , tubuh rafi sangat dingin dan mukanya pucat , raka membangunkan rafi , tetapi rafi tidak bangun dan mengeluarka darah dari hidungnya. raka menangis , ingin berteriak minta tolong namun ia tak bisa. di guncangkanya tubuh rafi yang tak bernyawa itu.
raka terus menangis dan mencoba berteriak , namun tak ada seorang pun yang akan mendengar dan peduli padanya. itu membuat dadanya semakin sesak dan nafasnya tidak teratur , hingga raka lemas dan merasa sangat sesak tak bisa bernafas , raka pun terjatuh dan nafasnya terhanti.


adegan berikutnya:

(gambar : raka dan rafi yang sudah wafat dan rangga yang berjalan sambil kehujanan)
rangga berjalan dengan lunglai , tak tau harus kemana lagi , air matanya terjatuh bersana air hujan yang deras ini.
dimana kalian ? penyesalan yang ia rasakan begitu dalam.
semua ini karena keegoisanya sendiri , yang kini berubh menjadi kesendirian.
rangga berjalan dan terus berusaha mencari adiknya.
dalam hati rangga berkata :
"keluarga itu seperti nyawa dan raga , yang takan bisa hidup jika salah satunya tidak ada , kini aku sadar keluarga itu penting dan takan ada yang bisa seperti mereka , jangan pernah kalian melepaskan keluarga kalian , membiarkan mereka pergi jauh , sejauh jauhnya yang mereka inginkan, karena tidak akan ada yang tau , kemana mereka akan pergi"



THE END

Jumat, 16 April 2010

SECRET ADMIRE

“huaaahhhhh ….” Ucap Tivany dengan mulutnya yang terbuka lebar saat ia terbangun dari tidur. Pagi-pagi buta seperti ini sudah menjadi hal yang wajib untuk Vany bangun ..
Vany jelex.. gue tnggu elo d.lmpu merah biasa
Pagipagi begini udah SMS .. ucap Vany dalam hati, ia pun segera mandi dan bersiap pergi kesekolah. Meskipun sudah bangun pagi pagi tanpa sarapan terlebih dahulu, tetap saja Vany kena macet di jalan, dasar Jakarta !! ckck meskipun kopaja ini sudah penuh sesak dengan penumpang, tetap saja kenek dekil yang cerewet itu mengangkut penumpang ..
Baju putih abu-abu Vany menjadi kucel akibat desakan penumpang tadi. Akhirnya ia sampai di lampu merah, Vany berlari menghampiri Desy yang sudah berada di sisi jalan menunggunya.
“sori Des lama” ucapnya sambil duduk di motor Desi dan mengelap keringat di keningnya.
“ia gak papa udah biasa …”
Lalu motor Desipun melaju dengan cepat, sudah pukul 07.39 WIB sedangkan mereka masih lumayan jauh dari sekolah.
“makanya Van kesekolah bawa motor dong” ucap Desi
“iyaaa entar gue bawa, pas pulang gue doing yang nyampe rumah!”
“lah? Maksudnya?”
“ya motor gue ancur ketabrak!! Udah tau gue gak bisa bawa motor ! ck” jawab Vany ngasal. Desi hanya senyum-senyum mendengar.
Sesampainya di sekolah, tivany lagi lagi harus merayu satpam sekolah. Sedangkan Desi hanya duduk di motor menunggu Vany yang ngomong panjang lebar sama satpam.
“pak Wirja pelit nih sama Vany !! telatnya juga belom ada dua menit!”
“yaa tetep ajah gak boleh .. kamu keseringan lagi telatnya.”
“ gak bisa .. nanti saya di tegur lagi sama kepala sekolah “
“ pak .. plis la .. saya janji deh gak telat lagi”
“ahh .. dari kemarin2 juga ngomongnya janji janji mulu”
Vany semakin memelas pada satpam itu “ ini yang terakhir pak !!”
“yaudah masuk”
“aseeekkkk …”
Lalu Vany dan Desipun cepat cepat masuk sekolah sebelum ada guru atupun guru piket yang melihat. Sesampainya di kelas, Vany mengusap dada karena belum ada guru yang masuk
“ untunggg …” ucapnya. Vany yang tidak Sekelas dengan Desi itu menghampiri tempatnya.
“loh?” ucapnya kaget.
“cie Vanyy …. “ goda teman2 Vany, mereka semua tertawa dan terus menggoda Vany .
“siapa nih yang jadiin tempat gue taman bunga? Bikin bala aja daaahh ..” tanya Vany pada Nesa temannya. Kini tempat Vany paling mencolok di banding tempat duduk teman-temanya. Meja dan bangku Vany di penuhi Bunga Lily Putih, lalu ada sekotak cokat dan surat berwarna ungu lavender di atas mejanya.
“gak tau Van, eh baca dong suratnya ..”
“ yeee gak bole dong! Cuma gue yang bole baca .. hahaha”
Senyum mu membuat ku senang melihatnya
Meliha t wajah dengan paras yang elok
Ucapan mu seakan membuat semangat dan desiran di hati
Bersama mu akan ku lewati hari ku yang besar ini
Dan karena senyum mu itu, aku di buat cinta karenanya.
-secret admire-
Mata Vany terbelalak membacanya. Ia sangat kaget dan tidak menyangka masih ada orang senorak ini mengungkapkan isi hatinya. “masih aja ada orang jadul kayak gini hheu ..”

##########

Bel istirahat berbunyi, tivany pun cepat cepat menemui Desi yang kelasnya berada di samping kelas Vany. “ Des, gue mau cerita” ucap Vany heboh sambil menarik lengan Desi. Vany menceritakan tentang secret admirenya tadi pagi dan memberikan surat itu untuk Desi baca.
“atau jangan jangan Andi yang jadi secret admire gue? “ ucap Vany menebak nebak.
“ bukan lah Van, jelas2 dari jauh jauh hari dia ngejar2 lu, ngomong terang-terangan dia suka ama elu .. ya pasti bukan dia laa”
“ hmm ia juga, tapi Des..”
“uda laa nanti juga tau”
Lalu merekapun menuju kantin sekolah, “bang batagor 1” ucap Tivany.
“eh Van, gue pulang gak bisa bareng nih, ada urusan bentar”
“ yaaahh gue pulang ama siapa dong?”
“ yaelah sekali-kali sendiri”

###########
Setelah puas makan, merekapun kembali ke kelas nya masing masing. Vany yang masih bingung sepulang sekolah nanti ia pulang dengan siapa itu berdiri di depan kelasnya.
“pulang sendiri? Ihh gak enak banget, cengo sendiri gue di kopaja gak ada temen ngobrol”
Vany yang kebingungan mencari-cari teman yang rumahnya mungkin satu arah denganya .
“siapa ya? Kayaknya gak ada nih yang bisa pulang bareng gue …?” ucap Vany sambil berjalan di depan kelasnya.
“sama gue ajah” ucap seseorang dari belakang, ternyata ada yang mendengar ucapanya.
“eh, Raka .. “ucap Vany malu, “mau gak?” tanya Raka santai.
“tapi kan rumah lo gak searah sama Rumah gue” jawab Vany malu-malu yang tanpa ia sadari ia memainkan ujung kemejanya.
“gue anter lo pulang maksudnya.”
“ oh .. he .. hmm .. bole deh !!” jawab Vany malu.
“gue tunggu di parkiran sepulang sekolah ya .. “. Raka pun langsung pergi setelah menawarkan jasa ojeknya pada Vany. Vany yang terus melihat Raka pergi senyum-senyum sendiri di depan kelasnya .” yess !!” ucap Vany girang.


#############

“jangan –jangan Raka yang jadi secret admire gue? OMG !!” ucap Tivany dalam hati. Ia tidak henti hentinya memikirkan siapa secret admire nya. Vanypun yakin benar bahwa Raka lah secret admirenya itu. vany senyum –senyum sendiri memikirkanya. Apalagi ia merasa sangat yakin Karena saat ini ia sedang duduk di motor Raka yang mengantarnya pulang.
“ko diem aja Van? Rumah lo yang mana?” tanya Raka
“yang itu !” tunjuk Vany
Vanypun turun dari motor Raka dan memberika helm kepada Raka yang ia pinjam tadi . “thanks yaa ..”
Raka pun pergi setelah Tivany masuk kedalam rumahnya. Dengan senyum lebar, Tivany membuka kontak di handphonenya. Ia mencari-cari nomor Raka, tetapi tidak ada, yang ada malah nomornya Andi.
“ aahh coba tadi gue minta nomer hapenya Raka !! “

##############

Dikala malam datang, maka keresahan hati inipun datang kembali ..
Resah .. jika esok mentari tidak mempertemukan ku dihadapan mu ..
-secret admire-

Tivany senyum2 sendiri membaca pesan singkat di handphone nya itu. tidak ada nama pengirimnya, apa itu Raka? Kembali Tivany memikirkan Raka.
“ Vany kok melamun? Cepat habiskan sarapan kamu, bisa telat kamu kesekolah kalo ngelamun terus” ucap Ibu Vany.
Setelah sarapan Vany pun pergi kesekolah, hari ini tidak seperti biasanya, tivany pergi kesekolah di antar supir keluarganya. Itu karena Desi bilang ia tidak bisa menjemput Vany di lampu merah pagi ini. Jadi terpaksa Desi naik mobil keluarga.
“ non Vany, kok cemberut terus sih? “ tanya supirnya, Pak Dewo.
“ pak Dewo sih .. pake gak anter papah ke kantor .. jadi aku kan yang di suruh mamah di anter pak Dewo.”
“ yee si enon , kan lebih enak di anter toh dari pada naik kopaja ..”
“ enakan juga kopaja, lebih banyak anginya .. “
“ ah non Vany bisa ajh “
“ udah pa Dewo sampe sini aja anternya” ucap Vany yang sudah mau turun dari mobilnya.
“ loh non, tanggung .. di depan juga udah sekolah enon ..”
“ udah sana pulang .. “ vany pun langsung keluar dari mobilnya dan berjalan menuju sekolahnya.

Sesampainya di kelas, lagi lagi Vany di sambut oleh kejutan di tempat duduknya, kali ini sebuah boneka kecil dengan bunga lily di sampingnya. “ nih orang kayaknya tau banget gue suka apa, dari mulai coklat, bunga lily, warna ungu lavender .. aneh !!” ucap Vany dalam hati.
Vany mengeluarkan ponselnyua dan mengirim pesan pada desi, tak lama kemudian Desi membalasnya.
Sori Van, gue lg bnyk tugas nii .. clu mau curhat nnti aj laa ..
Tivany sedikit bingung, kenapa Desi jadi menjauhinya ? ahh mungkin Cuma perasaan .. ujar Vany dalam hati.


##############

Sudah 4 hari secret admire itu mengirim segala jenis dan benda benda sweet pada Vany. Dan sejak itu pula Raka semakin dekat dengan Vany.
“ van, malem ini gue pengen jalan sama lo, kita nonton ya .. “ ucap Raka dengan nada yang selalu tenang. Seakan-akan ia tidak pernah ragu atau pun canggung berada di dekat Vany.
“ boleh” jawab Vany. Setelah itu Vany mencari cari sahabat nya yang sudah lama tidak ia temui.
“ desii !! “ panggil Tivany saat Desi sedang makan di kantin.
“kemana aja sih lo? Eh gue punya cerita nih .. “ ucap Desi seru ..
“cerita Apa?”
Lalu Vany menceritakan secret admirenya selama 4 hari kebelakang ini, juga cerita tentang bagaimana ia manyukai Raka. Desi mendengarkan semua itu, tetapi tidak sepenuhnya, karena Desi labih sibuk dengan Bakso yang ada di hadapanya.
“ oh iya Des, nanti malem gue nonton loh sama Raka ..” ucap Vany senang.
Desi tersedak mendengarnya ,”oh, bagus deh” ucap nya singkat.
###############

Malm ini benar benar membuat hati Vany senang. Bagaimana tidak? Saat ini ia sedang nonton bersama Raka. Saat Vany menikmati suasana ini, tiba-tiba ponsel Vany berdering tanda pesan masuk.
Kini ku sendiri, menatapi langit yang jauh disana
Seperti halnya dirimu yang jauh dari ku .. namun ku kan tetap memandanginya.
_secret admire
Tivany sangat kaget membacanya. Raka kan sedari tadi bersamanya? Bagaimana bisa ia mengirim sms seperti in? lagi pula Raka tidak menggunakan handphone nya sejak mereka bertemu malam ini. Tivany terus bertanya-tanya, ingin sekali ia menanyakan langsung pada Raka. Namun ia urungkan niat itu. vany akan menunggu Film ini selesai terlebih dahulu.
“ sori Raka, ada yang gue mau omongin nih sama lo .. “ ucap Vany ketika mereka sudah keluar dari teater.
“apa?” tanya Raka, lalu mereka memutuskan untuk berbicara di foodcourt.
“ sebenernya, buat apa sih lo ngajak gue jalan? “ tanya Vany hati hati.
“loh emang kenapa? Gue gak boleh ngajak lo jalan emangnya?”
“Raka .. gue serius ..”
Raka tidak langsung menjawab, ia diam sejenak . lalu barulah ia berbicara.
“ oke, gue bakal cerita yang sebenernya ke elo Van, gue deketin lo dan ngelakuin ini semua karena Andi yang nyuruh .. “ jawab Raka.
“andi?” tanya Vany. Kenapa lagi lagi dia? Mantan pacar Vany setelah mereka putus 1 bulan yang lalu. “ kenap lo mau ajah si? Lo mikir gak kalo gue sekarang jadi gini? Gue jadi beneran suka ama lo Raka ..” ucap Vany ceplas ceplos.
Raka yang mendengar hal itu mersa terkejut .”itu dia masalahnya Van .. gue juga jadi suka beneran sama lo .. “
Vany tersenyum lebar mendengarnya. Tak menyangka bahwa Raka pun merasakan yang sama.
“jadi itu sebabnya kenapa lo ngasih gue bunga, boneka, puisi dan segala macem .. lo yang jadi secret admire gue?” tanya Vany to the point.
“ maksud lo Van? Secret admire? Gue gak pernah ngasih lo kayak gitu ..” jawab Raka heran
“jadi bukan lo? Terus siapa?”
“yaa mana gue tau, yaaa meskipun gue suka Van sama lo tapi gue gak senorak itu kali ..”

#############
Tivany benar benar penasaran, siapa yang menjadi secret admirenya. Akhirnya, besok ia dan Raka akan mencari tau, siapa yang sebenarnya menjadi secret admire Vany. Dan merekapun akan datang lebih awal kesekolah.
“ yaa ampun Raka .. kita itu kepagian banget !!” ucap Vany yang sudah bersembunyi di kolong meja guru bersama Raka saat ini, padahal sekarang masih pukul 05.30 WIB.
“Vany cerewet .. dari pada kita gak tau siapa orang norak yang jadi secret admire lo itu ..” jawab Raka sambil mencubit pipi Vany. Tivanypun tersenyum.
Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari luar menuju kelas. Raka dan Vany pun bersiap siap memergoki orang itu. orang itu masuk, kedengaranya ia seperti mengendap endap.
“raka siapa itu ?” tanya Vany degdegan.
“sstttt .. sekarang kita keluar !!” ucap Raka, lalu ia keluar dari kolong meja. Vany yang masih gugup untuk keluar masih tetap diam di kolong meja itu.
“ohh .. jadi elo yang udah nora !!” ucap Raka pada orang itu . raka membuat orang itu sangat keget, sehingga bunga yang ia bawa jatuh ke lantai.
vany pun penasaran, akhirnya iapun ikut keluar untuk melihat orang itu. betapa kagetnya Vany melihat secret admirenya .. membuat Vany shock dan pingsan setelah mengatakan ..
“ DESI ??!!”

CERITA KEMARIN PART II

Adzan subuh menggema alam gelap, membangunkan siapa saja yang mendengarnya, aku tidak terbangun karena seruan shalat ini, itu karena aku memang tidak bisa memejamkan mata sedikitpun tadi malam. Aku takut ia akan datang kembali …

Aku berjalan melewati reruntuhan bangunan ini, masih terdengar suara isak tangis dan rintuhan orang-orang di sekelilingku. Hingga akhirnya langkah ku terhenti di depan bangunan masjid yang masih berdiri dengan kokohnya, se olah-olah memang hanya ini yang pantas kami ingat dan gunakan saat hati membeku layaknya batu di tengah gurun pasir.

Hari kemarin , aku masih tertidur dengan pulas ketika adzan menggema, tidak memperdulikanya dan tetap meringkuk di balik selimut tebal ku.

“ampuni aku ya Allah .. “ do’a ku ketika sujud akhir dalam shalat subuh ku. Ketika aku selesai shalat, aku tidak berniat untuk tidur ataupun sekedar malas-malasan di pagi hari. Dengan mata yang basah, ku telusuri jalan ini. Hanya dengan penglihatan mata terlanjang aku tetap mencari meskipun gelap adanya.

“ibu .. ayah mana? Aku laper bu” ucap seorang anak pada wanita yang tergeletak tanpa nyawa itu. Apa aku harus menolongnya ? sedangkan akupun butuh pertolongan yang sama?

Hari kemarin .. aku masih bisa memakan apapun yang aku mau, tak memperdulikan seberapa banyak dan mahalnya makanan it. Bahkan aku tidak perduli dengan mamfaat makan itu bagi ku. “ ampuni aku ya Allah ..” Do’a ku ketika menyadari keserakahan ku hari kemarin.

Tak terasa mataharipun perlahan-lahan memancarkan sinarnya. Sinar yang tak lagi hangat untuk ku dan mereka semua. Kami merasa akan terbakar oleh panasnya sinar matahari yang akan datang. Terbakar karena Dosa dan kenistaan yang melekat pada jiwa-jiwa kami.

“ bagaimana ini pak? Kita kekurangan alat berat?” ucap pria gagah dengan seragam relawanya itu. “gunakan tenaga kita semampunya, insya Allah pertolongan akan segera datang lebih banyak.”

Aku hanya menatap kosong kerja keras mereka. Siapa mereka ? apa aku mengenalnya sehingga mereka ada disini dan membantuku?

Pagipun datang tanpa suara kicauan burung ataupun kabut sejuk dari langit, yang ada hanyalah kesibukan dan tangisan-tangisan yang ada.

“ pak, ibu saya entah dimana, tolong saya pak … “ ucap orang itu sambil menangis. Ingin rasanya aku menangis sejadi –jadinya dan mengatakan hal itu pada siapapun yang kini ada di depan ku. Keluarga ku, dimana mereka semua? Apa hanya ada aku?

Hari kemarin .. membuat ku gila .. membuat aku terus berfikir apa yang telah membuat hancur semua ini. Laut itu ... air itu … gempa itu … membuat negri Aceh ku hancur.. membuat kami kehilangan semua yang kami punya keculi tubuh kami yang masih bernyawa .

Hari kemarin membuat ku mengais dan menyesal. Negri Aceh ku yang megah kini menjadi Lumpur berbau busuk. Hanya mesjid serambi Mekah ini yang tersisa, yang kembali mengiatkan kami bahwa hanya ini yang perlu kami ingat.

Entah Dosa apa yang membuat tuhan kami murka dan menyadarkan kami dengan cara menampar kami. Dengan tamparan keras yang dahsyat adanya. Oh nergi Aceh ku yang malang..

Kini aku dan mereka merasakan apa yang memang pantas kami rasakan. Kesombongan yang selalu mewarnai hari ku kini harus ku bayar dengan kehilangan segalanya .. ampuni kami Ya Allah ..

Jumat, 05 Maret 2010

hostel

hari ini langit begitu gelap nya, membuat semua orang yang tinggal di asrama ini cepat2 masuk ke kamarnya masing-masing takut hujan turun. sedangkan aku masih tetap berdiri di depan pintu asrama, menunggu semua orang masuk dan akan ku tutup pintu ini. aku bukan lah seorang satpam asrama ataupun penjaga asrama, aku adalah salah satu murid di asrama ini.
setelah semua masuk, aku menutup pintu ini dan menuju kamar ku. aku hanya seorang diri di kamar, entah mengapa tidak ada yang mau satu kamar dengan ku... ya setidaknya sampai bulan lalu aku ber 5 dengan teman2 ku dikamar, namun setelah itu aku sendiri.
jangankan untuk satu kamar dengan ku, untuk lewat depan kamar ku pun jarang ada yang mau. mereka bilang kamarku sangat tidak nyaman.
setelah hujan turun dengan redanya, aku kembali keluar kamar, menuju perpustakaan asrama untuk sekedar melihat-lihat. saat aku datang, disini cukup ramai, ucapku sendiri. namun tak ada satu orangpun yang mnyapa ku. aku melihat teman ku, Melani. ia sedang asyik dengan ponselnya, padahal di asrama ini tidak boleh membawa ponsel, hanya aku yang tau hal ini, dan aku tidak akan memberi tau siapapun.
aku bosan disini, akupun keluar menuju taman luar asrama, terlihat siswa siswi sekolah ku, aku menuju belakang taman, ternyata 2 orng teman ku sedang asyik di sana, Raka dan Sela, yaa... sedang apa lagi mereka selain sedang berpacaran? ke hadiran kupun tidak membuat mereka terganggu, padahal semua orang tau Raka adalah Pacar Melani ckckck... aku melihat mereka dari kejauhan, dasar anak SMA ! terlalu cupu bagi mereka jika saat pacaran tidak mencium pacarnya, Rakapun tidak ragu2 saat mencium Sela.
aku sudah mual melihat mereka, aku bukan seorang teman yang jahat pada sela ataupun Raka, akupun tidak akan memberitau hal ini pada melani. dan hanya aku yang mengetahui hal ini.
aku menuju ruang osis di sekolah ku, ada Petra sang Bendahara osis yang sedang sibuk menulis laporan keuangan bulan ini. dengan sedikit memalsukan laporan itu, Petra mengambil 10% dari uang kas osis. petra selalu begitu, dan hanya kau yang mengetahui hal ini.
waktu sudah habis untuk para siswa dan siswi berada di luar. saat kami semua masuk, aku kembali menuju asrama ku, menunggu semua orang masuk asrama dan begitulah seterusnya.
sudah sebulan ini aku seperti ini. entah mengapa semoa orang menjauhi dan tidak menganggap kehadiran ku, seakan aku tak ada di samping mereka. tapi aku akan terus seperti... mengelilingi sekolah dan asrama ku. hanya aku sendiri. menyimpan semua rahasia2 yang tak pernah orang lain ketahui.
yaaa... itu karena aku Ica, Ica seorang siswi yang meninggal bulan lalu akibat tertabrak mobil di depan sekolah ku.