malam tanpa gemintang tak berpengaruh dengan perasaan, mungkin. atau beberapa diantara kita justru sangat mencintai gemintang. yang bisa kau tulis serta lagukan dikala sendu atau senang. gemintang malam selalu bisa jadi penghias pikiranmu.
dan malam ini, aku tidak tau apakah sedang banyak gemintang atau tidak. kamar sudah mengunciku dengan kenyamanannya. lalu, senyap mulai menyergap. namun ternyata senyap-sunyi tidak selamanya sepi. terkadang satu-dua-kali aku membayangkan wajahmu yang terukir dalam angan. ah Tuan, bagiku mungkin gemintang tak lagi penting setelah kau yang hadir dalam langit-langit mimpi malamku.
tetapi senja itu, ketika gemintang sedang menunggu aba-aba langit untuk menghadirkanya, aku tidak tau kemana kau hilang. kau bilang sebentar, namun aku tidak juga melihat kau pulang. atau mungkin hanya perasaanku saja yang merasa kepergian mu lama? sebab seringkali melepaskan sesuatu yang sudah usang untuk kita miliki adalah hal berat- begitulah ucapan kana yang ku kutip.
lalu apakah ini?
ketika kau beranjak dan melambai, aku tak bisa menyebutnya perpisahan. bukan, tepatnya, aku tak mau menyebutnya demikian. meski telah beberapakali punggungmu menghilangn dalam kejauhan, aku tak tau apa itu perpisahan. jika memang benar perpisahan, kita pasti akan bertemu lagi bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar