Jumat, 05 Maret 2010

hostel

hari ini langit begitu gelap nya, membuat semua orang yang tinggal di asrama ini cepat2 masuk ke kamarnya masing-masing takut hujan turun. sedangkan aku masih tetap berdiri di depan pintu asrama, menunggu semua orang masuk dan akan ku tutup pintu ini. aku bukan lah seorang satpam asrama ataupun penjaga asrama, aku adalah salah satu murid di asrama ini.
setelah semua masuk, aku menutup pintu ini dan menuju kamar ku. aku hanya seorang diri di kamar, entah mengapa tidak ada yang mau satu kamar dengan ku... ya setidaknya sampai bulan lalu aku ber 5 dengan teman2 ku dikamar, namun setelah itu aku sendiri.
jangankan untuk satu kamar dengan ku, untuk lewat depan kamar ku pun jarang ada yang mau. mereka bilang kamarku sangat tidak nyaman.
setelah hujan turun dengan redanya, aku kembali keluar kamar, menuju perpustakaan asrama untuk sekedar melihat-lihat. saat aku datang, disini cukup ramai, ucapku sendiri. namun tak ada satu orangpun yang mnyapa ku. aku melihat teman ku, Melani. ia sedang asyik dengan ponselnya, padahal di asrama ini tidak boleh membawa ponsel, hanya aku yang tau hal ini, dan aku tidak akan memberi tau siapapun.
aku bosan disini, akupun keluar menuju taman luar asrama, terlihat siswa siswi sekolah ku, aku menuju belakang taman, ternyata 2 orng teman ku sedang asyik di sana, Raka dan Sela, yaa... sedang apa lagi mereka selain sedang berpacaran? ke hadiran kupun tidak membuat mereka terganggu, padahal semua orang tau Raka adalah Pacar Melani ckckck... aku melihat mereka dari kejauhan, dasar anak SMA ! terlalu cupu bagi mereka jika saat pacaran tidak mencium pacarnya, Rakapun tidak ragu2 saat mencium Sela.
aku sudah mual melihat mereka, aku bukan seorang teman yang jahat pada sela ataupun Raka, akupun tidak akan memberitau hal ini pada melani. dan hanya aku yang mengetahui hal ini.
aku menuju ruang osis di sekolah ku, ada Petra sang Bendahara osis yang sedang sibuk menulis laporan keuangan bulan ini. dengan sedikit memalsukan laporan itu, Petra mengambil 10% dari uang kas osis. petra selalu begitu, dan hanya kau yang mengetahui hal ini.
waktu sudah habis untuk para siswa dan siswi berada di luar. saat kami semua masuk, aku kembali menuju asrama ku, menunggu semua orang masuk asrama dan begitulah seterusnya.
sudah sebulan ini aku seperti ini. entah mengapa semoa orang menjauhi dan tidak menganggap kehadiran ku, seakan aku tak ada di samping mereka. tapi aku akan terus seperti... mengelilingi sekolah dan asrama ku. hanya aku sendiri. menyimpan semua rahasia2 yang tak pernah orang lain ketahui.
yaaa... itu karena aku Ica, Ica seorang siswi yang meninggal bulan lalu akibat tertabrak mobil di depan sekolah ku.

Senin, 04 Januari 2010

tentang hati

Berbicara tentang hati, ada kah kaitan nya dengan cinta? Tentu saja. Inipun berkaitan dengan rindu, senang,sedih, bimbang dan marah.
Seperti halnya diri seseorang, hatipun memiliki sang pemilik. Yaitu diri seseorang itu,namun hanya sekedar pemilik, yang memberikan dan membuat hati merasakan sesuatu adalah sang pencipta. Hanya tinggallah diri seseorang itu untuk mengendalikanya.
Di dalam hati, ada yang nama nya nurani, yaitu hati yang selalu menyuruh untuk kita berbuat baik. Nurani adalah hati yang sulit di miliki. Hanya dengan rasa keikhlasan dan kepedulianlah nurani ini bisa terjaga. Semua orang memiliki nurani, dan dari pada hal ini, tuhan telah menciptakan segala sesuatu berpasang pasangan, begitupun dengan hati. Jika ada nurani, maka Allah menciptakan Nafsu.
Nafsu adalah hati yang selalu menuntut manusia untuk berbuat kesalahan dan dosa.
Syetan dan maksiat pun menjadi teman akrab untuk Nafsu ini.
Maha adil Allah dengan segala ciptaanya. Maka Allah memberikan Nurani dan Nafsu ini. Sebagai anugrah dan ujian bagi semua mahluknya yang beriman.
Maha bijaksana Allah yang menyerukan pada kaum Adam dan Hawa untuk memilih diantaranya dengan sebab akibat yang telah Ia ungkapkan dalam Al-Qur'an.
Dan pilihlah hati yang kau inginkan.

Rabu, 30 Desember 2009

air mata untuk Kanjeng Nabi

Oleh : Syifa Fauziah

¤ bagaimana kau akan mengingkari cinta kepada kanjeng Nabi setelah ada bukti dan saksi yang adil yaitu cucuran air mata dan sakit akibat saking cinta?
¤ dan bagaimana pula kau mengingkari rasa cinta pdhal kesedihan sudah menetapkan dua garis pada pipi engkau =
1. Air mata yang kemerah2an seperti buah anam
2. Sakit yang pucat menguning seperti bunga mawar kuning
¤ penyair menjawab pertanyaan yang lalu, benar pada diri ku ada rasa cinta yang sangat besar kepada kanjeng Nabi. Malah di satu malam Beliau terlihat lewat sehingga malam itu aku tidak bisa tidur. Memang cinta yang seharusnya bahagia tapi di balas dengan lawan rasa sakit.

Kenapa Dua Mata Engkau

Oleh : Syifa fauziah

¤ sewaktu engkau bilang tahan air mata mu,tapi malah bercucuran air mata, dan mengapa hati engkau waktu kau bilang sadarlah malah hati tambah bingung
¤ apakah orang yang sedang di landa cinta menduga bahwa cinta itu tersembunyi diantara cucuran air mata dan membaranya hati
¤ kalau tidak ada cinta kepada kanjeng Nabi, engkau tidak akan mencucurkan air mata di atas reruntuhan yang dulunya di tempati Nabi, dan engkau tidak akan bangun di malam hari untuk mengingat pohon Bani dan Gunung yang berdekatan dengan Madinah

Berbicara tentang rindu

Oleh : Syifa fauziah

bertanya tentang rindu
apa itu rindu?
Nyaris tak punya jawabanya
aku tak tau,sekilas saja tiba tiba
aku merasa rindu
tiba tiba ingat. . .
tiba tiba ingin bertemu. .
Kenapa?
Padahal aku sudah tau dia pnya jalanya sendiri
jalan yang tak mungkin bisa ku terima
sampai kapan pun aku bersembunyi jauh sampai kedalam tempat tempat yang paling dalam. .
Tapi tetap saja tak cukup. . .
Tempat itu tak cukup untuk sembunyikan asa yang membuncih ini
aku benci sekali dengan rindu ini. .rasanya menyiksa dan aku tidak suka disiksa seperti ini. .
Beritau aku jika mengapa harus aku?
Knpa bukan orang lain? Menyebalkan. .berikan saja pada orang lain
jangan pada ku