Senin, 21 November 2011

PARENT

hari ini tepat 7 hari sudah kakek wafat. beliau wafat di RS.Fatmawati karena sakit jantung dan paru-paru serta maag yang sudah kronis.
sebelumnya kakek memang pernah di rawat selama 2 minggu saat ramadhan lalu, terus berobat jalan dengan chek-up setiap seminggu sekali di RS.Fatmawati. namun saat ica kuliah di UIN Jakarta, kakek di rawat lagi dan sempet Ica pulang kuliah kesana dan bergiliran jagain kakek.
setelah itu kakek berobat jalan lagi.
meskipun sakit, kakek masih tetap bijak dengan semua perhatiannya. selalu nanya "gimana kuliahnya?". dan masih cium pipi ica kalau ketemu.
7 hari yang lalu tepat nya 14 November 2011.
Mamah pulang ngajar dan bilang kakek di bawa ke rumah sakit lagi, papah mamah langsung ke rumah sakit dan gue di rumah sama kakak dan adik gue. dan pukul 5 sore papah ngasih kabar kalau kakek meninggal.
kaget, yah kaget bukan main.
sedih, pasti... karena gue belum ketemu kakek lagi dan sekarang? yaaahhh rasanya nyesek bgt.
malem harinya gue sampe di rumah kakek yang ada di bogor, jenazah sebelumnya udah sampe duluan, sampe disana, banyak orang yang sedang mengaji dan salah satunya adalah mamah. ya Allah, rasanya gakuat liat mamah sesedih itu, baru dateng gue langsung ambil wudu dan nyamperin mamah, meluk mamah yang nangis dan mencoba membuat dia tegar. setelah itu gue ngaji di samping jenazah kakek :'(
setelah hari itu, gue dan papah pulang kerumah sedang mamah masih dirumah kakek.
sewaktu di mobil, banyak hal baru gue ketahui tentang orang tua gue.
hal-hal yang membuat gue berfikir, bersyukur sampe beristigfar.
disini, gue akan berbagi dengan kalian tentang cerita orangtua gue yang semoga bermamfaat dan bisa jadi panutan atau lonjakan untuk generasi muda seperti kita. Amin.
semua berawal saat mamah masih kecil, saat itu kakek yang sudah berpisah sama oma (ibunya mamah)dan menikah lagi sama umi (ibu ke dua mamah). saat itu mamah dan adik nya yang masih kecil, namanya Dewi dan gue manggilnya tante Dewi.
mamah dan tante dewi tinggal sama kakek sama umi, beberapa kali oma mencoba untuk membawa mamah atau tante dewi namun kakek melarangnya. yah mungkin ada beberapa hal yang membuat kakek gak bisa melakukan hal tersebut, bukan karena kakek egois, namun kakek tau apa yang terbaik untuk anak-anaknya.
sampai suatu ketika mamah pernah mau di culik sewaktu pulang sekolah sama keluarga oma namun alhamdulillah kakek jadi pahlawanya :)
akhirnya, oma pergi ke jakarta yaitu bersama keluarganya disana dan kembali kepada keyakinanya yaitu kristen. keluarga oma ini beragam, ada kristen adven, ada juga kristen propestan. sedang oma sendiri memang sejak kecil memeluk kristen dan sempat mualaf saat menikah dengan kakek.
setelah itu mamah tidak pernah bertemu sama oma sampai mamah remaja dan memiliki 4 orang adik dari umi, sedang tante dewi wafat.
mamah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik, berkulit putih, wajahnya lebih seperti oma yang asli manado, rambut mamah panjang hitam dan tebal sampai pinggul, pipinya berbentuk dan banyak sekali yang menyukai mamah.
namun kakek yang seorang guru, lalu sempat menjadi kepala sekolah dan menyukai sepak bola sampai menjadi wasit pertandingan di daerahnya sangat tegas. termasuk dengan anak-anaknya.
mamah sangat dilarang dekat dengan laki-laki, pernah mamah bercerita setiap teman laki-laki ada yang datang kerumah kakek pasti memarah-marahinya dan tak jarang mengusir orang itu. mamah sangat patuh dengan kakek dan tidak pernah berani membantah kakek. oleh sebab itu mamah sangat takut apabila ada teman laki-laki yang datang kerumah meskipun hanya sebatas teman.
suatu ketika mamah pun pernah disuruh masuk kedalam kamar oleh kakek karena ada teman laki-lakinya yang datang, dan tak pernah ada orang yang berani mendekati mamah karena kakek.
sampai saat dewasa, mamah sekolah di Sekolah Pendidikan Guru di sawangan dan disinilah bertemu papah. papah yang ganteng hehee, tinggi dan saat itu masih belum gemuk seperti sekarang hehe membuat mamah pun menyukainya.
awalnya mamah tidak suka, tapi papah yang maju terus pantang mudur terus berusaha mencuri hati bunga Dahlia ini.
sampai suatu ketika papah datang ke rumah kakek, dengan motor honda yang pertama yaitu astrea.
entah jurus apa, entah jimat apa, entah pakai apa, kakek yang segalak itu, setegas dan semenakutkan itu, menjadi baik dan welcome sama papah.
papah sendiri sampai bingung kenapa dan membuat teman lelaki mamah yang lain kesal bukan main.
sampai akhirnya papah mamah pacaran dari SMA dan menikah, usia mamah dan papah hanya berbeda 1 tahun.
setelah menikah, mamah tidak pernah di ijin kan untuk bertemu dengan oma oleh kakek, kakek pun tidak memberi tau mamah dimana oma.
sampai saat sudah memiliki 3 orang anak yaitu teh Dinda, teh Nia, dan gue si bungsu Ica. kakek baru menyadari bahwa mamah pun memiliki hak untuk mengetahui ibu kandung nya
kakek berbicara kepada papah dan mamah, memberi taukan alamat oma yang berada di jakarta, mamah sendiri sebenarnya sudah sangat lupa dengan wajah oma, bagaimana tidak? oma pergi saat mamah masih balita.
mamah mengirimkan surat ke alamat yang diberikan kakek, beberapa hari kemudian ada balasan, betapa senangnya hati mamah, namun sayangnya, surat itu bukan dari oma melainkan dari keluarga oma, mereka bilang bahwa oma sudah beberapa tahun tidak pulang dan ia kembali ke Manado. merekapun memberikan alamat oma.
mamah pun mengirimkan surat ke alamat yang dituju dengan Giro yang saat itu masih seharga 1500 untuk surat tercepat.
di surat itu mamah menuliskan bahwa ia adalah anak pertama oma yang oma tinggalkan saat ia masih kecil, mamah menuliskan bahwa mamah sangat merindukan oma yang sama sekali tidak ia kenali lagi wajahnya dan berharap oma masih mengingatnya.
beberapa hari kemudian oma membalas surat mamah.
mamah sangat bahagia membacanya sampai ia meneteskan air mata harunya, maka setelah itu mereka berkiriman surat, berkiriman foto-foto, dari foto saat mamah menikan, foto anak-anak mamah dan keadaan mamah sekarang.
sampai suatu hari saat idul Fitri, sepulang halal bihalal keluarga besar, papah dan mamah di kejutkan oleh seorang tamu perempuan yang tidak mereka kenali sedang duduk di depan rumah, ternyata itu oma !
ya, oma yang datang dengan menabung terlebih dahulu untuk sampai di tanah jawa ini.
mamah sangat terharu dan menangis bahagia, akhirnya mamah bertemu dengan ibu kandungnya yang sangat ia rindukan.
setelah itu, oma sempat tinggal beberapa bulan di rumah papah mamah. oma pun mengajak papah, mamah, kakak gue dan gue ke rumah keluarganya di jakarta. saat kerumah keluarga nya dan dipersilahkan untuk makan, gue yang masih kecil nan polos #hahaaseeekpolos terheran-heran karena yang di meja makan semuanya sayuran dan buah.
"ih, kok ga ada daging? mamah ica mau ayamm makan nyaaaa."
mereka semua tertawa, dan mamah bilang disini gak ada daging.
yah itu karena keluarga oma disini memeluk agama kristen Alven yang sangat menghormati mahluk yang bernyawa, itu sebabnya mereka hanya memakan sayur dan buah-buahan tanpa makanan hewani.
setelah itu, kakek sempat mengetahui oma ada di rumah, kakek agak kesal dan sebenarnya tidak setuju oma berada di rumah.
sampai suatu ketika oma pulang ke manado.
setelah itu, oma memang masih suka mengirim surat dan mengirim makanan khas manado. namun setela itu surat-menyuratpun terputus entah mengapa.
sampai mamah memiliki anak lelaki yaitu fadel dan gue gak jadi si bungsu lagi, huh !
saat kakek mulai sakit-sakitan karena penyakit jantung dan paru-paru nya, mamah sebagai anak pertama sangat bertanggung jawab dan dapat mengayomi keluarga nya. sampai kakek wafat, mamah masih cukup tegar dan kuat menghadapi ini semua.
namun, apa yang kini ada di benak seorang mamah?
gue gak pernah tau. pasti, mamah sangat ingin bertemu dengan oma lagi di hari tuanya oma, mamah sangat menyayangi umi, namun pasti mamah pun ingin bertemu dengan oma.
sampai saat ini, kita semua gak pernah tau dimana oma, dan bagaimana kabarnya.
di manado? tapi manado itu jauh, luas..... atau masih di jakarta kah?
banyak hal yang masih gue belum tau dengan baik tentang cerita orang tua-orang tua gue.
yah,
mamah..
gue gak pernah tau serindu apa dia sama kakek dan oma...
gue gak pernah tau seperti apa rasa pedih yang ia rasakan saat harus kehilangan kakek dan oma.
gue gak pernah tau dan sulit untuk tau.
namun mamah dan gue bersyukur, karena kakek sudah mendidik mamah sedemikian. sehingga mamah menjadi wanita yang kuat, terjaga, dan sekarang....
mamah papah mendidik gue seperti itu, yahhh tapi gue harus lebih bisa bersyukur karena mereka masih membolehkan gue berteman dengan siapa saja, laki-laki atau perempuan.
meskipun mereka sampai saat ini masih sulit memberikan gue ijin untuk pergi main-main layaknya anak muda jaman sekarang, tapi gue gak merasa terbebani.
yah meskipun kadang kesel dan iri juga sih sama temen-temen, tapi gue percaya mereka melakukan yang terbaik untuk gue.
sedang banyak orang-orang yang bialng "lo kan udah dewasa ca, udah bisa jaga diri."
namun menerut gue "mau anak masih kecil atau dewasa, orang tua tetaplah orang tua yang tidak pernah melepaskan perhatian ke anak-anaknya."
yahh, inilah cara mereka menjaga gue, setiap orang tua pasti berbeda-beda dalam menjaga dan mendidik anaknya.
tetapi semua orang berhak atas dirinya.
jadi semua tergantung dengan gue, kalian dan orang tua kita menyIkapinya.
apapun itu, orang tua adalah orang yang pertama sakit ketika kita sakit. mereka orang yang siap mati ketika kita berhadapan dengan maut.
bagaimanapun pandangan mereka, sebagai anak kita harus menghormatinya.

semoga cerita ini bisa menginspirasi kita semua...
dan semoga kakek bahagia bersama orang-rang yang beriman di sisi Allah, Amin ya Rabb...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar